Dan terik membakar rindu Tetapi awan tampak syahdu Mendung Mungkin hujan berhenti di pelupuk mata Tak pernah kurasakan dilema sehebat ini Resah seluar biasa ini Sepi dan ramai adalah sama Pikirku seperti pohon rindang bercabang Berlari ke ujung sana, menghampiri ke ujung lainnya Kuingin kaudengar rintihku Dengar deru bahagiaku Tenangkan setiap kalutku Dan kau selalu berhasil! Bagaimana? Sebab sekarang, aku benar-benar dilema Pada kau, kuingin berbagi Pada kau, kuingin ditenangkan Sedang kita selalu punya ketakutan yang sama Padahal kita tahu Kita butuh pemanis di antara pahit Butuh penghangat di antara hujan lebat Barangkali juga butuh petromax di antara gelap Bagaimana kita seharusnya? : Barangkali yang kita perlu adalah duduk dan bicara September 2018