Tidak Waras Karena Patah

Semua luka adalah sama
Seperti pasrah namun resah
Seperti kaki yang berdiri di atas kaki gunung yang curam
Seperti di tepian dermaga yang kemudian dihantam ombak begitu dahsyat

Aduhai nestapa
Hidup bagai tak punya arah
Mata tertutup
Telinga tertutup
Tak jemu menjelma bisu dan tuli
Sedang ia manusia utuh
Sayang, ia sedang tidak waras
Bahkan diguncang lindu pun ia takkan terasa

Sampai burung-burung bernyanyi
Sampai rumput-rumput menari
Ia beku bagai manusia terkena hipotermia di ujung kutub tak berpenghuni
Ia mematung bagai manusia tersengat panas yang teramat di tengah savana tanpa petunjuk jalan

Semesta mendekap
Ia nanar dengan pandangan kosong
Yang lalu dan yang akan datang
Mengoyak-ngoyak akal pikiran
Mengambil langkah?
Sia-sia, ia sedang tak waras

Celingukan bak tersesat di hutan rimba
Ketakutan
Tapi betah saja berdiam diri
Meski tahu, untuk menemukan, ia harus bergerak
Menatap ke depan, mengikuti cahaya
Tapi juga harus waspada
Tak semua cahaya menuntun menemukan jalan keluar
Kadang, ia adalah fana

Desember, 2018
-Tsaf-




Comments

Popular posts from this blog

Jangan Suruh Aku Pergi

Lupa itu Luka

Apa Kau Tahu?